Masih Bertanya-tanya

slug
masih-bertanya-tanya
date
Oct 12, 2025
status
Published
tags
Diary
summary
type
Post
Kadang aku masih suka mikir dan bertanya-tanya sendiri,
“Kok bisa ya dulu waktu kuliah, aku dan tim bisa lolos program pendanaan produk padahal waktu pitching aja kayaknya udah hopeless banget?” 😅
Waktu itu ada program pendanaan produk mahasiswa dengan nominal yang lumayan besar. Kita udah persiapan maksimal — dari materi, slide, sampe simulasi pertanyaan juri. Tapi saat pitching…
Komentar juri benar-benar bikin ciut:
“Produkmu ini aneh, banyak obstacle yang bakal kamu temuin, belum lagi birokrasinya rumit banget. Dari segi cost juga nggak mudah.”
Seketika semua tim langsung lemas. Begitu keluar ruangan, kami saling pandang dan cuma bisa bilang,
“Ya udah, terima kasih ya gaes udah usaha. Sepertinya kita nggak lolos.”
Itu kalimat yang jujur, tapi juga penuh rasa pasrah. Karena memang waktu itu jawab pertanyaan juri aja susah banget. Tapi sekarang kalau diingat, malah jadi lucu wkwkwk.
Beberapa minggu kemudian, lagi fokus ngerjain tugas, tiba-tiba ada kabar masuk:
“Eh bro, lo lolos pendanaan coy!!”
Aku cuma bisa bengong:
“Hah? Masa sih? Kemarin aja presentasinya kacau, jawab aja belepotan, kok bisa lolos?”
Rasa nggak percaya itu makin besar waktu aku buka pengumuman resmi di Instagram.
Dan… beneran. Nama tim kami ada di situ. Dari 100 lebih peserta, cuma diambil 10. Dan somehow, kami masuk di antara yang terpilih.
Lucu sih kalau dipikir lagi. Tapi mungkin emang di situlah letak penilaiannya. Kadang bukan cuma soal ide yang keren, tapi soal seberapa kuat mental kita bertahan dan menjawab tantangan.
Mungkin waktu itu para juri lihat bukan hanya hasilnya, tapi juga bagaimana kita berusaha menjelaskan sesuatu yang bahkan belum sempurna. Itu yang mereka nilai.
Dan kalau direnungkan sekarang, prinsip itu masih relevan banget di hidupku hari ini — terutama di dunia saham.
Setiap hari aku belajar, observasi, analisis, gagal, lalu belajar lagi. Kadang hasilnya belum keliatan, tapi aku tahu, selama aku terus berusaha dan menikmati prosesnya, semesta akan bekerja di waktunya.
Karena pada akhirnya, semua berawal dari usaha yang terus dilakukan meskipun kita nggak yakin bakal berhasil.
Dulu aku nggak nyangka bisa lolos pendanaan. Sekarang pun aku nggak tahu kapan tepatnya bisa dapet 1 miliar pertama dari pasar saham. Tapi satu hal yang aku yakini — kalau aku terus belajar dan konsisten, waktunya akan datang juga.
Dan mungkin nanti, aku akan kembali bengong sambil mikir hal yang sama:
“Kok bisa ya aku sampai di titik ini?”
 

© Mochammad Fawwaz Islami 2024 - 2025